Edisi Karya LCEN : Helm Pemasok Oksigen PDF Print E-mail
Written by Panitia IEE EXPO   
Friday, 12 March 2010 15:22

Helm Pemasok Oksigen

Helm Pemasok Oksigen

(bidang Elektronika Dasar Berbasis Mikrokontroler)

Dua pelajar SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo mencipatkan Helm O2. Sesuai namanya, helm tersebut berfungsi sebagai pemasok oksigen pengendara motor saat menyusuri jalanan. Alat mereka masuk kategori Elektronika Dasar Berbasis Mikrokontroller.


Seperti dijelaskan si empunya helm, Muhammad Alpha Sulendra dan Rangga Nanda Restanto, tak jarang pengendara motor ''terserang'' kekurangan oksigen. Penyebab kekurangan oksigen itu banyak. Misalnya, tingkat polusi yang tinggi. ''Apalagi di lampu merah, ketika menunggu lampu berubah hijau,'' kata Alpha yang menamai timnya Cybertron itu. ''Truk-truk yang ada di depan kita biasanya langsung mengeluarkan asap hitam pekat ketika mengegas untuk melaju setelah lampu hijau,'' kata siswa kelas XI IPA itu.

Tingginya emisi tersebut, tutur Alpha, bisa mengurangi oksigen. Tentu, asap yang keluar tersebut sangat tidak sehat untuk dihirup. ''Helm kami berfungsi memberikan tambahan oksigen,'' imbuh Rangga.

Desain helm O2 lebih ''gemuk'' dibanding helm charger. Di bagian belakang helm terdapat sebuah benjolan berisi tabung oksigen. Lebih detailnya begini. Bentuk rangkaian helm O2: terdapat sensor KE25 atau sensor O2 yang berfungsi mendeteksi kadar O2 di udara. Sensor itu terletak di bagian depan, di samping mulut.

''Orang yang mengantuk juga butuh oksigen tambahan. Biar nggak mengantuk dan membahayakan diri di jalan, tabung akan memompa langsung,'' tutur Alpha. Memang, harga helm O2 cukup mahal. Untuk prototipe, Cybertron menghabiskan Rp 1,5 juta. Namun, menurut dia, apabila diproduksi masal harganya bakal jauh lebih murah. ''Isi tabungnya juga harus beli. Sekitar Rp 20 ribu,'' sambungnya.

Bagaimana tanggapan juri mengenai performa tim-tim tersebut? Salah satu dewan juri dari bidang Elektronika Dasar Mikrokontroller Rudy Dikairono mengatakan, performa tim-tim asal Sidoarjo patut diperhitungkan. Berdasarkan penjuriannya, alat-alat bikinan pelajar Surabaya dan Sidoarjo berkembang pesat. ''Mestinya, di antara mereka yang amat pantas dijagokan (sebagai pemenang),'' katanya bernada rahasia.

 

Sumber : http://www.jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=detail&nid=821


Share This Article
Last Updated on Wednesday, 17 March 2010 06:35